Anak itu lahir di sebuah desa di Utara Tangerang tanggal 14 Januari 1985 dari pasangan Bpk Sukardi (Allahu yarham) & Ibu Fatimah kemudian ayahnya memberi nama Zaenal Asikin (yang mengusulkan nama itu adalah mang ahmadi,kata abah dan ibunya ia adalah salah satu pengurus di masjid pintu 1000). Terlahir dalam keluarga besar, memiliki 12 saudara kandung (7 kakak dan 5 adik), 2 kakak ipar dan 19 keponakan (hmmm...subhanallah !). Memiliki keluarga besar menjadi kebahagian tersendiri. Terutama ketika hari-hari besar ( Ramadhan, Lebaran dll) semua kumpul menjadi satu (kebayangkan? hehe).
Perhatian orang tua kepada anak-anaknya ialah bagaimana anaknya bisa lebih baik dari mereka. Makanya mereka berusaha menyekolahkan anaknya meskipun dalam keadaan pas-pasan. Dari SD, MI, SMP, SMA, kedua orang tuanya sekuat tenaga menyekolahkan dia. Ketika SMP dan SMA ibunya sering minjem uang kepada tetangga hanya untuk ongkos sekolah (coz sekolahnya naik angkot) maklum bapaknya sudah tidak dagang, beliau waktu itu cuma menjadi pegawai desa, yang gajinya tidak tentu. Alhamdulillah dia sering mendapat beasiswa sejak SMP dan SMA karena nilai saya cukup baik, jadi itu sangat membantu dia.
Masa-masa SMP dan SMA menjadi masa-masa keprihatinan (agak sedih dikit nich), karena dia tahu masih memiliki 5 adik, jadi dia tidak manja dan memaksa orang tua membelikan segala keperluan sekolahnya. Dia berusaha mengirit seirit-iritnya, selama sepatu, dan seragam ga rusak parah saya tetap memakainya. pernah dia hanya memakai suma 1 celana seragam dalam seminggu (waktu SMP) padalah dia waktu ketua kelas. selama belum bolong dia akan pakai. Dia tetap bersyukur waktu itu jika melihat teman2 yang tidak sekolah (pikirku waktu itu). ketika SMA pun sama, pernah kelas 2 alas kaki sepatunya mengelupas di kelas, karena waktu itu sepatu dia yang satunya basah karena kehujanan, sedangkan yang dia pakai waktu itu memang sepatu yang sudah separuh nyawa. Waduh agak repot, karena sebagai ketua kelas dia harus merapikan kelas ketika usai, namun karena kejadian itu dia meminta kepada wakil ketua untuk mengurus kelas, dan dia pamit duluan (kabuuur...!)
Alhamdulillah semua bisa dia lalui dengan selamat, hingga dia lulus...
karena nilai dia bagus, dia diusulkan guru BP saya untuk ikut PMDK UGM.(Walau banyak guru yang masih pesimis dengan kemampuan saya, maklum UGM adalah kampus yang mewah dan hanya orang-orang kaya dan pintar saja yang bisa makan bangku disana )
maka dengan acara nekat (dan yakin dengan janji Allah -- man jadda wajadda--), saya urus semua syaratnya, sampai harus berurusan dengan pihak kecamatan.
akhirnya kenekatan saya terbalas, saya diterima di fakultas yang banyak melahirkan para politisi dan pejabat di Indonesia yaitu Fakultas ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) UGM.
Semua bagai mimpi dari seorang yang semula hanya ingin menjadi seorang penulis ini...
--------------
Tahun 2004 dengan ridho kedua orang tua , akhirnya saya dan kakak (Hasan Basri) akhirnya terbang ke Jogjakarta ( eit bukan terbang ding, tp naek spur /kereta ). harap-harap cemas, takut kesasar, takut kenapa-napa.. de el el.. ,maklum saya sama kakak memang belum berpetualang sampe jauh. Sampe di stasiun Senen kayak orang bingung. hehehe.
bersambung ...
Apabila kesulitan datang mengunjungi anda, ketahuilah bahwa hal itu hanyalah seperti awan mendung, yang dalam waktu dekat pasti akan berlalu. Maka jangan sampai anda ditakutkan oleh petirnya dan jangan pula merasa ngeri dengan kilatan cahayanya, sebab dibalik itu semua ia akan membawa hujan yang menyegarkan.